6-Benzylaminopurine (6BAP) adalah pengatur pertumbuhan tanaman tipe sitokinin yang mendorong pembelahan sel, mematahkan dominasi apikal, meningkatkan pembentukan buah, dan meningkatkan ketahanan terhadap stres. Bila dicampur dengan pupuk daun, efek sinergis pasokan unsur hara dan pengaturan pertumbuhan dapat dicapai, namun prinsip dan tindakan pencegahan dalam pencampuran harus diperhatikan.
Mekanisme efek sinergis terletak pada efek sinergis nutrisi dan regulasi: 6-Benzylaminopurine mendorong pertumbuhan organ dengan mengaktifkan gen terkait pembelahan sel, sedangkan pupuk daun menyediakan nutrisi penting (seperti fosfor, kalium, boron, kalsium, dll.) untuk mengkompensasi kekurangan pasokan tanah. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan efeknya secara signifikan. Misalnya, dalam pengawetan buah mangga, mencampurkan BAP dengan kalium dihidrogen fosfat atau pupuk daun asam amino dapat mengurangi penurunan buah dan mendorong pembesaran buah.
Kombinasi sinergis yang umum meliputi:
Kalium dihidrogen fosfat: Pencampuran dengan BAP (misalnya, 50-70 mg/L BAP + 0,2% kalium dihidrogen fosfat) dapat meningkatkan diferensiasi kuncup bunga dan perkembangan buah, meningkatkan akumulasi gula, dan meningkatkan ketahanan terhadap stres.
Brassinolide: Bila digunakan dalam kombinasi dengan BAP (misalnya, pada konsentrasi 0,01%), ini secara sinergis meningkatkan efisiensi fotosintesis dan ketahanan terhadap stres, terutama dalam kondisi buruk (seperti kekeringan dan suhu rendah).
Pupuk daun asam amino atau asam humat: Seperti pupuk yang larut dalam air yang mengandung asam amino, meningkatkan penyerapan unsur hara, mencegah pertumbuhan vegetatif berlebihan yang disebabkan oleh penggunaan 6BAP saja, dan meningkatkan kekokohan cabang dan daun.