agen perakaran yang diformulasikan dengan 6-Benzylaminopurine (6-BA) dan Naphthyl Acetic Acid (NAA) adalah zat pengatur tumbuh yang menggabungkan aktivitas sitokinin dan auksin, mendorong perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman melalui tindakan sinergis.
Mekanisme Aksi dan Efek: Dalam formulasi ini, 6-Benzylaminopurine, sebagai sitokinin, terutama mendorong pembelahan dan diferensiasi sel, menunda penuaan daun, dan memberikan dukungan nutrisi untuk rooting. Asam Naftil Asetat, sebagai analog auksin, merangsang pembelahan sel selubung dalam pada akar, menginduksi pembentukan akar tambahan. Kombinasi keduanya meningkatkan efek perakaran, khususnya dengan mempercepat diferensiasi primordia akar, meningkatkan jumlah akar lateral, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup stek, dan meningkatkan kekokohan tanaman secara keseluruhan, sehingga cocok untuk perbanyakan tanaman yang sulit berakar. Skenario Aplikasi Umum dan Metode Penggunaan:
Pohon Buah-buahan dan Pohon Hutan: Dalam perbanyakan anggur, pohon poplar, dll., dengan stek, praktik yang umum dilakukan adalah merendam pangkal stek dalam larutan bubuk larut 5% yang diencerkan 250-500 kali selama 8-12 jam untuk mendorong perakaran dan perkecambahan.
Sayuran dan Bunga: Setelah mentimun tanam, larutan air 1,05% yang diencerkan 4000-6000 kali dapat disemprotkan; atau pada padi pada tahap satu daun satu hati, larutan bubuk 50% yang dapat dibasahi yang diencerkan 25.000-33.000 kali dapat disemprotkan untuk mempersingkat waktu pembentukan bibit dan meningkatkan ketahanan terhadap stres.
Kultur Jaringan: Dalam kultur in vitro tanaman seperti safflower, formula yang dioptimalkan seperti NAA 2,0 mg/L + 6-BA 4,0 mg/L dapat secara signifikan meningkatkan laju pembentukan kalus dan memulihkan stabilitas tunas.