DCPTA secara signifikan mendorong pengembangan kapsul wijen, meningkatkan kekenyalan biji, dan meningkatkan kandungan minyak; mekanisme kerjanya sudah jelas, dan kemanjurannya telah divalidasi pada berbagai jenis tanaman penghasil minyak.
Fungsi Inti dan Efek DCPTA:
DCPTA Mempromosikan Pengembangan dan Retensi Kapsul:
Dengan meningkatkan efisiensi fotosintesis—khususnya dengan meningkatkan kandungan klorofil daun dan laju fotosintesis bersih—DCPTA meningkatkan pasokan produk fotosintesis di ujung "sumber", sehingga merangsang perkembangan di ujung "sink" (kapsul). Hal ini secara efektif mengurangi hilangnya bunga dan kapsul, meningkatkan jumlah kapsul efektif per tanaman sebesar 20–25, dan secara signifikan meningkatkan laju pembentukan buah.
DCPTA Meningkatkan Kekenyalan Benih dan Berat Seribu Butir:
Perlakuan DCPTA eksogen meningkatkan regulasi sukrosa sintase, invertase, dan fruktokinase, sehingga memfasilitasi akumulasi dan konversi sukrosa di dalam benih dan meningkatkan pengangkutan bahan kering ke benih. Hal ini secara langsung menghasilkan biji yang lebih montok, mengurangi laju kapsul kosong dari 20% menjadi di bawah 8%, dan secara signifikan meningkatkan berat ribuan butir.
DCPTA Meningkatkan Kandungan dan Kualitas Minyak Secara Signifikan:
DCPTA mengaktifkan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis asam lemak (FA)—khususnya selama tahap pertengahan perkembangan benih (kira-kira 30 hari pasca pembungaan, DPA)—dan secara signifikan memperkaya jalur sintesis asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat, yang pada akhirnya meningkatkan kandungan minyak biji wijen hingga hampir 55%. Selain itu, dengan mengatur gen-gen kunci seperti DGAT1 dan PDAT1, hal ini semakin meningkatkan akumulasi triasilgliserol (TAGs).
DCPTA: Aman, Efisien, dan Sangat Kompatibel:
DCPTA adalah pengatur pertumbuhan tanaman non-hormonal; tidak beracun, tidak meninggalkan residu, dan aman bagi manusia dan hewan. Ini dapat diformulasikan dalam kombinasi dengan unsur nutrisi—seperti boron, fosfor, dan brassinolide—untuk secara sinergis meningkatkan tingkat keberhasilan penyerbukan dan meningkatkan ketahanan terhadap stres. Protokol Aplikasi yang Direkomendasikan:
Konsentrasi: Aplikasikan melalui semprotan daun dengan konsentrasi 10–15 ppm; hindari konsentrasi berlebihan, yang dapat menghambat pertumbuhan.
Waktu Aplikasi: Aplikasikan 1–2 kali selama periode mulai dari pembungaan awal hingga mekar penuh, dengan fokus pada pembentukan kapsul dan pengisian biji-bijian.
Saran Pencampuran: Dapat dicampur dengan pupuk daun yang mengandung boron, fosfor, dan brassinolide untuk meningkatkan laju pembentukan buah dan meningkatkan ketahanan rebah.