DCPTA dapat secara signifikan meningkatkan jumlah pasak (gynophores) pada kacang tanah dan mendorong pembesaran polong; uji coba lapangan sebenarnya menunjukkan peningkatan hasil berkisar antara 20% hingga 25%, dan beberapa plot dengan hasil tinggi mendekati peningkatan 30%. Namun, klaim peningkatan hasil panen sebesar 50% kurang mendapat dukungan empiris.
Sebagai pengatur pertumbuhan tanaman baru, DCPTA memainkan banyak peran dalam budidaya kacang tanah:
Mempromosikan Pembentukan Pasak: Pemberian pupuk daun yang mengandung DCPTA selama tahap awal pembungaan akan merangsang diferensiasi kuncup bunga, meningkatkan jumlah pasak efektif per tanaman sebesar 25% hingga 30% dan meningkatkan laju keberhasilan pembentukan polong setelah penetrasi pasak ke dalam tanah.
Pembesaran dan Pertambahan Berat Polong: Ketika dikombinasikan dengan unsur hara brassinolide dan fosfor-kalium, DCPTA memfasilitasi translokasi produk fotosintesis ke polong. Uji coba di lapangan menunjukkan adanya peningkatan sebesar 22% pada laju pengisian polong, peningkatan bobot 1.000 biji sebesar 8–10 g, dan penurunan laju polong kosong secara signifikan.
Ketahanan Terhadap Stress dan Anti-Penuaan: Ini menunda penuaan daun, memperpanjang periode pengisian polong selama 10 hingga 15 hari, dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan dan penyakit, sehingga menjaga pembentukan hasil pada tahap pertumbuhan selanjutnya.
Jadwal Aplikasi yang Direkomendasikan:
Tahap Pembungaan dan Pegging (ketika 50% tanaman sedang berbunga): Aplikasikan campuran pupuk daun dengan semprotan daun (pengenceran 600x) + Bahan Pembesar Polong (1000x) + Pupuk Boron-Molibdenum (800x).
Tahap Pembesaran Polong: Oleskan campuran semprotan daun "Pengda Lili Bao (800x) + Pupuk Boron-Molibdenum (600x)." Terapkan dua kali, dengan interval 10 hari antara aplikasi, untuk menghasilkan kernel yang penuh dan montok.