Kalsium Prohexadione adalah zat pengatur tumbuh yang secara efektif mendorong pembesaran umbi pada tanaman seperti kentang dan ubi jalar, sehingga meningkatkan hasil dan kualitas.
Mekanisme Kerja: Dengan menghambat sintesis giberelin, kalsium Prohexadione mematahkan dominasi apikal, menghasilkan batang yang lebih tebal dan ruas yang lebih pendek, sehingga mengurangi pertumbuhan vegetatif dan mengarahkan produk fotosintesis ke arah umbi. Secara bersamaan, hal ini meningkatkan kandungan klorofil, meningkatkan efisiensi fotosintesis, dan mendorong translokasi asimilat ke umbi, sehingga meningkatkan akumulasi bahan kering.
Efek dari aplikasi kalsium Prohexadione:
Mempromosikan pembesaran umbi: Setelah aplikasi, pembesaran umbi dipercepat, menghasilkan ukuran yang lebih seragam dan hasil yang meningkat secara signifikan.
Meningkatkan kualitas: Peningkatan kandungan bahan kering dan peningkatan umur simpan umbi berkontribusi pada nilai pasar yang lebih tinggi.
Meningkatkan ketahanan terhadap stres: Kalsium prohexadione juga mendorong perkembangan akar, mencegah penuaan dini, dan memiliki efek pengendalian tertentu pada beberapa penyakit (seperti penyakit busuk daun kentang).
Cara menggunakan kalsium Prohexadione:
Formulasi dan dosis: Kalsium prohexadione umumnya tersedia dalam bentuk butiran effervescent 5% atau bubuk yang dapat dibasahi. Untuk kentang dan ubi jalar, disarankan menggunakan 20-40 gram kalsium Prohexadione 5% per mu (kurang lebih 0,067 hektar), diaplikasikan 1-2 kali tergantung kondisi pertumbuhan.
Periode aplikasi utama: Aplikasi sebaiknya dimulai dari tahap awal pembentukan umbi hingga awal tahap pembesaran umbi, saat tanaman baru menunjukkan pertumbuhan yang kuat, untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Perhatian: Hindari penggunaan dalam kondisi asam kuat. Dapat dicampur dengan pupuk atau regulator lain (seperti DA-6) untuk meningkatkan efeknya, namun perhatian harus diberikan pada konsentrasinya untuk mencegah penghambatan pertumbuhan yang berlebihan.