Kalsium prohexadione memang dapat menurunkan tinggi tongkol, meningkatkan ketahanan rebah, dan meningkatkan hasil jagung. Mekanisme kerjanya dan poin penerapan utamanya adalah sebagai berikut:
Mekanisme Aksi
1. Penghambatan Sintesis Giberelin: Kalsium prohexadione secara selektif menghambat biosintesis giberelin (terutama GA1) pada jagung, sehingga memperpendek panjang ruas, mengurangi tinggi tanaman, dan tinggi tongkol.
2. Mendorong Perkembangan Akar dan Kekuatan Batang: Selain menghambat pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, hal ini juga mendorong pertumbuhan akar, meningkatkan elastisitas dan kekerasan batang, dan secara signifikan meningkatkan ketahanan rebah.
3. Tidak Ada Penghambatan Perkembangan Telinga: Tidak seperti beberapa zat pengatur tumbuh tradisional, kalsium prohexadione secara tepat menargetkan pemanjangan batang tanpa mempengaruhi diferensiasi telinga dan perkembangan biji. Pengisian biji-bijian meningkatkan retensi bunga dan meningkatkan hasil biji-bijian.
4. Meningkatkan efisiensi fotosintesis dan ketahanan terhadap stres: Daun menjadi hijau tua dan tegak, meningkatkan kapasitas fotosintesis; sekaligus memperkuat ketahanan terhadap kekeringan, ketahanan terhadap penyakit, dan ketahanan terhadap stres.
Efek Peningkatan Hasil:
1. Memperpendek ruas basal sebesar 20%–30%, sehingga mengurangi risiko penginapan secara signifikan.
2. Meningkatkan jumlah butir per tongkol sekitar 8,7%, dan meningkatkan berat seribu butir sebesar 6,3% (Data uji coba lapangan dari Universitas Pertanian Shandong).
3. Tidak meninggalkan residu, aman untuk tanaman selanjutnya, memenuhi persyaratan pertanian hijau dan pertanian organik.