Rumah > PENGETAHUAN > Pengatur Pertumbuhan Tanaman > Tanaman-tanaman

Pengatur Pertumbuhan Tanaman yang Direkomendasikan untuk Budidaya Rapeseed

Tanggal: 2026-04-10 16:02:37
Bagikan kami:
Zat pengatur tumbuh yang direkomendasikan untuk digunakan selama siklus pertumbuhan rapeseed (canola) terutama meliputi Paclobutrazol (Paclo), Uniconazole, Brassinolide, dan DCPTA. Fungsi intinya adalah mengendalikan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, mencegah rebah, mendorong percabangan, meningkatkan ketahanan terhadap stres, dan meningkatkan hasil secara signifikan.

Dengan memilih regulator secara ilmiah berdasarkan kebutuhan fisiologis rapeseed pada tahap pertumbuhan yang berbeda, petani dapat mencapai tujuan hasil tinggi dengan menghasilkan “bibit yang kuat, batang yang kuat, bunga yang melimpah, dan buah yang lengkap.” Berikut ini menguraikan rencana rekomendasi khusus tahapan:

I. Tahap Pembibitan (Tahap 3–6 Daun): Budidaya Bibit Kuat; Mengontrol Pertumbuhan Berlebihan dan Mendorong Perkembangan Akar

Fokus utama pada tahap ini adalah untuk mencegah bibit yang "berkaki panjang" (pemanjangan batang yang berlebihan) dan untuk meningkatkan ketahanan terhadap dingin dan kekeringan, sehingga meletakkan dasar yang kuat untuk musim dingin yang aman.

Paklobutrazol (Paclo)
Menghambat pemanjangan batang dan daun yang berlebihan, sekaligus mendorong penebalan pangkal batang dan pengembangan sistem akar yang kuat.
**Waktu Aplikasi:** Selama tahap 3–5 daun, atau 7 hari sebelum tanam.
**Dosis yang Direkomendasikan:** 40–60 gram per *mu* 15% Paclobutrazol Wettable Powder, diencerkan dalam 30–40 kilogram air untuk penyemprotan daun.
**Peningkatan Hasil:** Dapat meningkatkan hasil sebesar 8%–12%, sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap penginapan secara signifikan.

Unikonazol
Memiliki aktivitas biologis yang lebih tinggi dan memerlukan tingkat penerapan yang lebih rendah; cocok untuk budidaya lobak di lahan kering atau lahan yang mengutamakan meminimalkan residu bahan kimia.
**Dosis yang Direkomendasikan:** 30–45 gram per *mu* formulasi Uniconazole 5%, diencerkan dalam air untuk penyemprotan daun yang seragam.

Brassinolide / Dietil aminoetil Heksanoat (DA-6)
Cocok untuk lahan dengan bibit lemah; mendorong pertumbuhan dan mempercepat transisi ke tahap pembibitan yang kuat.
**Saran Kombinasi:** Campurkan semprotan dengan Monopotassium Phosphate untuk meningkatkan ketahanan terhadap stres.


II. Tahap Budding dan Bolting (Tinggi batang: 5–15 cm): Mengontrol Pertumbuhan Kuat dan Mencegah Rebah; Promosikan Percabangan

Tahap ini menandai transisi penting dari pertumbuhan vegetatif ke pertumbuhan reproduktif. Mengontrol pertumbuhan vegetatif yang berlebihan mencegah pertumbuhan dan pembungaan dini, sekaligus mendorong diferensiasi cabang.

Paklobutrazol (Paclo)
**Waktu Optimal:** Tahap awal perbautan (tinggi batang: 5–10 cm).
**Fungsi:** Menghambat etiolasi (pertumbuhan berkaki panjang) pada batang utama, meningkatkan jumlah cabang efektif sebanyak 2–3, dan meningkatkan kepadatan polong sebesar 20%.
**Formula yang Direkomendasikan:** 50–60 g Paclobutrazol 15% + 100 g Monopotassium Phosphate 99% per 15–20 kati (30–40 *jin*) air. Aplikasikan melalui semprotan daun 2–3 kali, dengan interval 10–15 hari antar aplikasi.

Brassinolida
Dapat digunakan secara sinergis dengan Paclobutrazol untuk mengurangi hambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh perawatan pengendalian pertumbuhan dan untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis.

AKU AKU AKU. Tahap Pembungaan hingga Pembentukan Polong (Pembungaan Awal – Pembungaan Puncak): Melestarikan Bunga dan Polong; Mencegah Penuaan Dini
Tujuan dari tahap ini adalah untuk meningkatkan kualitas penyerbukan, mencegah “bunga buta” (bunga yang gagal membentuk polong), dan mencegah pematangan dini yang disebabkan oleh suhu tinggi.

Brassinolide + Monopotassium Phosphate + Pupuk Boron
Menerapkan strategi "Satu Promosi, Empat Pencegahan": Mendorong pertumbuhan; mencegah hama dan penyakit; mencegah penuaan dini; mencegah bunga buta; dan mencegah pematangan dini yang disebabkan oleh suhu tinggi.
**Waktu yang Disarankan:** Aplikasikan sekali pada tahap awal pembungaan (saat 20% bunga telah mekar) dan satu kali selama tahap puncak pembungaan (saat 50% bunga telah mekar).
**Kombinasi Fungisida:** Dapat dicampur dengan fungisida seperti Prochloraz atau Procymidone untuk mencegah busuk batang Sclerotinia.

DCPTA
Dapat diterapkan mulai dari tahap tunas hingga tahap awal pembungaan, obat ini bekerja langsung pada inti sel untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis, sehingga menghasilkan peningkatan produksi tanaman sebesar 15%–25%.

IV. Sebelum Terjadinya Kerusakan Akibat Embun Beku atau Stres Lingkungan: Meningkatkan Ketahanan Terhadap Stres
10–15 hari sebelum datangnya suhu rendah, berikan semprotan daun Brassinolide, pupuk asam amino yang larut dalam air untuk meningkatkan ketahanan terhadap embun beku.
Jika Terjadi Kerusakan Akibat Embun Beku: Segera gunakan semprotan fungisida untuk menutup luka, dan gunakan bersama dengan zat pengatur tumbuh untuk memfasilitasi pemulihan.
x
Tinggalkan pesan