Klasifikasi Khusus dan Penerapan Pupuk
(I) Pupuk Irigasi Tetes
1. Proses Produksi
Pupuk irigasi tetes diklasifikasikan menjadi dua jenis: jenis campuran kering padat dan jenis unsur hara cair. Pupuk irigasi tetes padat relatif mudah diproduksi. Pertama, berbagai bahan baku dihaluskan, kemudian ditimbang secara akurat sesuai kebutuhan formula menggunakan timbangan, dimasukkan ke dalam tangki pencampur, diaduk rata, dan langsung diukur dan dikemas hingga diperoleh produk jadi.
2. Persyaratan Teknologi Produksi dan Peracikan
(1) Persyaratan Bahan Baku: Larut sepenuhnya, cepat larut, dan tidak meninggalkan residu.
(2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida.
(3) Filtrasi Jenis Cairan: Disaring melalui kain kasa 2-3 kali.
(4) Anti-caking Tipe Padat: Tambahkan bahan anti-caking dan surfaktan untuk mencegah penggumpalan.
(5) Rekomendasi Formula: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, penyerapan pada suhu rendah, meningkatkan pertumbuhan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat pertumbuhan buah. Dosis umumnya adalah 8-15 gram per mu (sekitar 0,067 hektar). Menggabungkannya dengan Sodium 1-Naphthyl Acetic Acid dan Indole-3-Butyric Acid akan meningkatkan efeknya.

(II) Aplikasi Pupuk Cair
1. Pupuk Berminyak:
(1) Persyaratan Bahan Baku: Kelarutan yang baik, tidak ada residu.
(2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida.
(3) Proses Produksi: Pemanasan dan pelarutan bahan baku → penambahan dispersan → pengaturan keasaman → penyaringan → penambahan antibeku → penambahan pengental (poliakrilamida) → pengisian.
(4) Rekomendasi Formula: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, penyerapan pada suhu rendah, meningkatkan perkembangan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat pertumbuhan buah. Dosis umum adalah 8-15 gram per mu.
2. Pupuk Minyak:
Persyaratan Produk: Cairan transparan, homogen, tidak ada sedimen.
(1) Persyaratan Bahan Baku: Kelarutan yang baik, tidak ada residu. (2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida, untuk mencegah kembung.
(3) Proses Produksi: Pemanasan dan pelarutan bahan mentah → penambahan dispersan → penyesuaian keasaman → penyaringan → penambahan antibeku → penambahan pigmen → penambahan pengental tahan asam dan alkali dalam jumlah yang sesuai → pengisian.
(4) Rekomendasi Formula: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, penyerapan pada suhu rendah, meningkatkan pertumbuhan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat pertumbuhan buah. Dosis umumnya adalah 8-15 gram per mu (sekitar 0,067 hektar).

(III) Pupuk Serbuk Padat untuk Aplikasi Tetes
1. Persyaratan Teknis Produksi dan Peracikan
(1) Persyaratan Bahan Baku: Kelarutan yang baik, tidak ada residu.
(2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida.
(3) Proses Produksi: Pengeringan bahan mentah → pengukuran dan pencampuran → penghancuran/granulasi → pencampuran seragam → bahan anti-caking → pengemasan kuantitatif.
(4) Anti-caking: Tambahkan bahan anti-caking dan surfaktan untuk mencegah penggumpalan.
(5) Saran formulasi: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, dan penyerapan selama suhu rendah, mendorong perkembangan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat perluasan buah. Dosis umumnya adalah 8-15 gram per mu (sekitar 0,067 hektar).
1. Proses Produksi
Pupuk irigasi tetes diklasifikasikan menjadi dua jenis: jenis campuran kering padat dan jenis unsur hara cair. Pupuk irigasi tetes padat relatif mudah diproduksi. Pertama, berbagai bahan baku dihaluskan, kemudian ditimbang secara akurat sesuai kebutuhan formula menggunakan timbangan, dimasukkan ke dalam tangki pencampur, diaduk rata, dan langsung diukur dan dikemas hingga diperoleh produk jadi.
2. Persyaratan Teknologi Produksi dan Peracikan
(1) Persyaratan Bahan Baku: Larut sepenuhnya, cepat larut, dan tidak meninggalkan residu.
(2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida.
(3) Filtrasi Jenis Cairan: Disaring melalui kain kasa 2-3 kali.
(4) Anti-caking Tipe Padat: Tambahkan bahan anti-caking dan surfaktan untuk mencegah penggumpalan.
(5) Rekomendasi Formula: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, penyerapan pada suhu rendah, meningkatkan pertumbuhan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat pertumbuhan buah. Dosis umumnya adalah 8-15 gram per mu (sekitar 0,067 hektar). Menggabungkannya dengan Sodium 1-Naphthyl Acetic Acid dan Indole-3-Butyric Acid akan meningkatkan efeknya.

(II) Aplikasi Pupuk Cair
1. Pupuk Berminyak:
(1) Persyaratan Bahan Baku: Kelarutan yang baik, tidak ada residu.
(2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida.
(3) Proses Produksi: Pemanasan dan pelarutan bahan baku → penambahan dispersan → pengaturan keasaman → penyaringan → penambahan antibeku → penambahan pengental (poliakrilamida) → pengisian.
(4) Rekomendasi Formula: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, penyerapan pada suhu rendah, meningkatkan perkembangan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat pertumbuhan buah. Dosis umum adalah 8-15 gram per mu.
2. Pupuk Minyak:
Persyaratan Produk: Cairan transparan, homogen, tidak ada sedimen.
(1) Persyaratan Bahan Baku: Kelarutan yang baik, tidak ada residu. (2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida, untuk mencegah kembung.
(3) Proses Produksi: Pemanasan dan pelarutan bahan mentah → penambahan dispersan → penyesuaian keasaman → penyaringan → penambahan antibeku → penambahan pigmen → penambahan pengental tahan asam dan alkali dalam jumlah yang sesuai → pengisian.
(4) Rekomendasi Formula: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, penyerapan pada suhu rendah, meningkatkan pertumbuhan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat pertumbuhan buah. Dosis umumnya adalah 8-15 gram per mu (sekitar 0,067 hektar).

(III) Pupuk Serbuk Padat untuk Aplikasi Tetes
1. Persyaratan Teknis Produksi dan Peracikan
(1) Persyaratan Bahan Baku: Kelarutan yang baik, tidak ada residu.
(2) Persyaratan Formulasi: Tidak ada reaksi amonia, tidak ada pembentukan karbon dioksida.
(3) Proses Produksi: Pengeringan bahan mentah → pengukuran dan pencampuran → penghancuran/granulasi → pencampuran seragam → bahan anti-caking → pengemasan kuantitatif.
(4) Anti-caking: Tambahkan bahan anti-caking dan surfaktan untuk mencegah penggumpalan.
(5) Saran formulasi: Menambahkan Sodium Nitrophenolates (Atonik) (atau DA-6) dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk, kecepatan kerja, dan penyerapan selama suhu rendah, mendorong perkembangan akar, daun, dan bunga, serta mempercepat perluasan buah. Dosis umumnya adalah 8-15 gram per mu (sekitar 0,067 hektar).