Rumah > PENGETAHUAN > Pengatur Pertumbuhan Tanaman > Sayuran

Bagaimana cara menggunakan zat pengatur tumbuh dengan benar dalam produksi sayuran?

Tanggal: 2025-12-24 08:33:09
Bagikan kami:
Saat ini, zat pengatur tumbuh utama yang digunakan dalam produksi sayuran antara lain 1-Naphthyl Acetic Acid (NAA), Indole Acetic Acid (IAA), Giberelat Asam (GA3), Klormequat Klorida (CCC), metil naftalena asetat, quinacrine, Ethephon, Paclobutrazol (Paclo), dan B9. Efek penerapan dan metode penggunaan berbagai zat pengatur tumbuh dijelaskan secara singkat di bawah ini:


1. Untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan kualitas sayuran, hormon tanaman berikut dapat dipilih:
Menyemprot sayuran berdaun dengan Asam Giberelat adalah yang paling efektif. Misalnya, penyemprotan seledri dengan 100 ml/kg Asam Giberelat dua kali, 20 dan 30 hari sebelum panen, dapat meningkatkan hasil sebesar 30%–50%.

2. Hormon tanaman untuk meningkatkan pembentukan buah dan mencegah jatuhnya bunga dan buah:
Di awal musim semi atau akhir musim gugur, tomat dapat dicelupkan ke dalam 10-25 ml/kg larutan 2,4-D saat pertama kali mekar. Hal ini tidak hanya mencegah jatuhnya bunga dan buah tetapi juga mempercepat pematangan 10-15 hari dan meningkatkan kandungan gula pada buah.

3. Hormon tanaman untuk mematahkan dormansi dan mendorong perkecambahan:

Saat menggunakan umbi kentang yang dipanen di musim semi sebagai benih kentang untuk penanaman musim gugur, diperlukan masa dormansi. Merendam umbi dalam 0,5 ml/kg Asam Giberelat selama 15-20 menit dapat menghentikan dormansi, mempercepat perkecambahan, dan mengurangi pembusukan benih kentang.

4. Hormon tanaman untuk mendorong perakaran stek:
Untuk menanam dan memanen sawi putih dan kangkung, stek pucuk daun dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan perbanyakan. Metode ini melibatkan pencelupan cepat tunas daun ke dalam larutan Asam Naftil Asetat 1000-2000 ml/kg untuk mendorong perakaran dan pembentukan tanaman mandiri. Saat memperbanyak tomat dengan stek, mencelupkan pangkal stek ke dalam larutan 50 ml/kg Naphthyl Acetic Acid atau 100 ml/kg Indole Acetic Acid selama 10 menit dapat mempersingkat waktu pembibitan.

5. Hormon tumbuhan yang dapat digunakan untuk menghambat perkecambahan dan memperpanjang umur simpan sayuran:
Bawang putih dan bawang bombay dapat disemprot dengan 2500 ml/kg klorokuin 15 hari sebelum panen untuk mencegah perkecambahan hingga 8 bulan; lobak dan wortel dapat disemprot dengan 100 ml/kg 2,4-D 21 hari sebelum panen untuk mencegah perkecambahan dan memperpanjang masa penyimpanan; kentang dapat dihambat secara efektif agar tidak bertunas dengan menyemprotkan metil naftalenaasetat selama penyimpanan.

6. Hormon tanaman untuk mencegah pertumbuhan vegetatif berlebihan dan menumbuhkan bibit kuat:
Untuk bibit sayuran awal musim semi, pemberian 250-500 ml/kg Klormequat Klorida ke dalam tanah dapat menghambat pertumbuhan bibit yang berlebihan. Untuk sayuran solanaceous awal musim semi, penyemprotan daun dengan 1000-2000 ml/kg B9 dapat membuat bibit kerdil dan memperkuat, sehingga mencegah pertumbuhan berlebihan. Untuk kentang pada tahap awal pembungaan, menyemprot tanaman dengan 250 ml/kg Klormequat Klorida dapat meningkatkan pertumbuhan lateral, mencegah pertumbuhan vegetatif berlebihan, dan menghasilkan tanaman kerdil dan padat dengan daun hijau tua.

7. Menanam hormon untuk mengontrol seks dan meningkatkan kualitas telinga wanita:

Jika bibit zucchini sudah mempunyai tiga helai daun sejati, maka penyemprotan tanaman dengan 150 ml/kg Ethephon, dilanjutkan dengan penyemprotan berulang setiap 10-15 hari dengan total tiga kali pengaplikasian, dapat meningkatkan jumlah bunga betina dan mempercepat kematangan sebanyak 7-10 hari. Jika bibit mentimun mempunyai empat daun asli, menyemprot tanaman dengan 150 ml/kg Ethephon dapat meningkatkan jumlah bunga betina secara signifikan dan meningkatkan hasil.

8. Hormon tumbuhan yang dapat digunakan untuk mempercepat pematangan buah:
Setelah tomat dan paprika dipanen pada tingkat kematangan hijau dan perubahan warna, merendam buah dalam larutan Ethephon 2000 ml/kg selama 1 menit, mengeringkannya, dan menempatkannya pada suhu kamar (20-25℃) akan cepat berubah menjadi merah.

9. Hormon tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan perbautan dan pembungaan:
Pemberian 20-50 ml/kg GA3 pada titik tumbuh wortel, kubis, dan seledri dapat mendorong pertumbuhan dan pembungaan pada tahun yang sama. Penyemprotan kubis dan seledri dengan 4000-8000 ml/kg Klormequat Klorida dapat menghambat pertumbuhan dan pembungaan.
x
Tinggalkan pesan