Rumah > PENGETAHUAN > Pengatur Pertumbuhan Tanaman > Sayuran

Jenis dan Mekanisme Kerja Agen Umum Pengawetan Bunga dan Buah pada Sayuran

Tanggal: 2026-03-26 16:26:59
Bagikan kami:
(I) Pengatur Pertumbuhan Tanaman

1. Auksin

(2,4-D), 4-BPA. Agen-agen ini berfungsi dengan meniru auksin tanaman endogen, sehingga mendorong pemanjangan dan pembelahan sel, meningkatkan aktivitas metabolisme dalam ovarium, dan menginduksi parthenocarpy (pembentukan buah tanpa biji). 2,4-D menunjukkan aktivitas biologis yang tinggi dan sering digunakan untuk sayuran solanaceous seperti tomat dan terong; namun, konsentrasi penerapannya harus dikontrol dengan ketat (biasanya 10–20 mg/L untuk tomat), karena konsentrasi yang berlebihan dapat dengan mudah menyebabkan malformasi buah. 4-CPA menawarkan profil keamanan yang lebih tinggi dan cocok untuk digunakan pada berbagai macam sayuran, termasuk tomat, mentimun, dan paprika, biasanya pada konsentrasi berkisar antara 25 hingga 50 mg/L.

2. Giberelin

Asam Giberelat (GA3) mendorong pemanjangan sel dan mematahkan dormansi, sehingga secara signifikan meningkatkan laju pembentukan buah. Dalam budidaya anggur, penggunaan GA3 (50 mg/L) selama tahap pembungaan dapat meningkatkan pembesaran buah beri dan mengurangi lignifikasi batang (pengerasan tangkai buah). Untuk stroberi, penyemprotan GA3 (5–10 mg/L) selama tahap pembungaan mempercepat pemanjangan tangkai dan meningkatkan efisiensi penyerbukan.

3. Sitokinin

Contohnya termasuk 6-Benzylaminopurine (6-BA) dan Forchlorfenuron (KT-30). Agen-agen ini mendorong pembelahan sel, menunda penuaan, dan meningkatkan jumlah sel dalam buah. Forchlorfenuron banyak digunakan pada semangka dan melon, yang secara signifikan mendorong pembesaran buah; Namun, penerapan yang tidak tepat dapat dengan mudah menyebabkan bagian tengah buah berlubang atau cacat pada buah.


(II) Unsur Gizi

1. Pupuk Boron

Boron memainkan peran penting dalam sintesis zat pektin di dalam dinding sel tanaman dan mendorong perkecambahan serbuk sari dan pemanjangan tabung serbuk sari. Kekurangan boron menyebabkan buruknya perkembangan organ bunga dan berkurangnya viabilitas serbuk sari pada sayuran, yang kemudian menyebabkan jatuhnya bunga dan buah. Menyemprotkan larutan boraks atau asam borat 0,1%–0,2% selama tahap pembungaan dapat secara signifikan meningkatkan tingkat pembentukan buah pada sayuran seperti tomat, mentimun, dan kacang-kacangan.

2. Pupuk Kalsium

Kalsium menstabilkan struktur membran sel dan meningkatkan kekencangan buah dan ketahanan terhadap stres. Gangguan fisiologis—seperti busuk ujung bunga pada tomat dan paprika—berkaitan erat dengan kekurangan kalsium. Pemberian larutan kalsium klorida 0,3%–0,5% atau larutan kalsium gula alkohol pada daun selama tahap pembuahan dapat secara efektif mencegah penyakit tersebut dan memperpanjang umur simpan buah.

3. Pupuk Fosfor dan Kalium

Fosfor berpartisipasi dalam metabolisme energi tanaman dan mendorong diferensiasi kuncup bunga; kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres dan meningkatkan efisiensi pengangkutan produk fotosintesis ke buah. Aplikasi larutan monopotassium fosfat 0,2%–0,3% pada daun dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan pembungaan dan pembentukan buah pada sayuran.


(III) Biostimulan

1. Ekstrak Rumput Laut

Kaya akan zat aktif seperti polisakarida, senyawa fenolik, dan zat pengatur tumbuh, ekstrak ini meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres dan mendorong diferensiasi kuncup bunga dan perkembangan buah. Penelitian telah menunjukkan bahwa pemberian pupuk daun yang mengandung asam alginat selama tahap pembungaan mentimun dapat meningkatkan laju pembentukan buah sebesar 15% –20%.

2. Asam Humat

Senyawa ini memperbaiki struktur tanah, mendorong perkembangan akar, dan meningkatkan kapasitas tanaman dalam penyerapan unsur hara. Selain itu, asam humat mengatur keseimbangan hormon tanaman endogen, sehingga meningkatkan retensi bunga dan buah pada tanaman sayuran.
x
Tinggalkan pesan