6-Benzylaminopurine (6-BA) merupakan zat pengatur tumbuh tipe sitokinin yang berperan positif dalam pembentukan buah pada pohon buah-buahan. Mekanisme kerja inti 6-BA adalah meningkatkan laju pembentukan buah dengan mendorong pembelahan sel dan mengatur tingkat hormon endogen pada tanaman.
Secara khusus, penerapan 6-BA selama tahap pembungaan dan tahap buah muda pada pohon buah-buahan dapat secara signifikan meningkatkan pemanjangan tabung serbuk sari dan perkecambahan serbuk sari, memastikan kelancaran pembuahan dan mengurangi jatuhnya bunga.
Secara bersamaan, 6-BA dapat menghambat dekomposisi klorofil, menunda penuaan daun, dan mengangkut nutrisi seperti asam amino dan garam anorganik ke buah, memberikan nutrisi yang cukup untuk perkembangan buah muda dan mengurangi penurunan fisiologis buah.
Misalnya, pada pohon jeruk dan apel, penyemprotan 6-BA setelah berbunga dapat secara efektif meningkatkan laju pembentukan buah, dengan rata-rata peningkatan laju pembentukan buah berkualitas tinggi sebesar 27%.
Penting untuk dicatat bahwa waktu dan konsentrasi penerapan 6-BA sangat penting.
Umumnya penyemprotan pertama dilakukan 7-10 hari setelah pembungaan (saat buah berukuran sebesar kedelai), dilanjutkan dengan penyemprotan kedua setelah 10-15 hari. Fokuskan semprotan pada tangkai buah dan buah muda untuk mencegah bentuk buah tidak rata atau cacat.
Selain itu, 6-BA sering digunakan dalam kombinasi dengan asam giberelat dan bahan lain untuk meningkatkan ekspansi buah. Namun, obat ini tidak boleh digunakan sendiri setelah periode fisiologis kedua buah rontok untuk menghindari perubahan warna buah atau merangsang pertumbuhan tunas musim panas yang berlebihan.