Rumah > PENGETAHUAN > Pengatur Pertumbuhan Tanaman > Buah-buahan

Bagaimana Cara Meningkatkan Kecepatan Pengaturan Buah Semangka dan Mencegah Buah Jatuh?

Tanggal: 2026-02-11 15:05:13
Bagikan kami:

Semangka gelombang pertama di musim semi menghasilkan buah lebih awal, matang lebih awal, dan harganya mahal. Namun, cuaca musim semi yang tidak stabil membuat pembentukan buah menjadi sulit, sehingga menyebabkan tingginya risiko jatuhnya buah. Meningkatkan kecepatan pengaturan buah dan mencegah jatuhnya buah merupakan perhatian utama para petani semangka.

I. Apa itu Tetesan Buah Semangka?

Jatuhnya buah semangka mengacu pada stagnasi pertumbuhan ovarium pada tanaman, dimulai dengan bagian atas buah muda berangsur-angsur menguning dan mengerut, yang akhirnya mengakibatkan buah jatuh.

II. Penyebab Buah Semangka Jatuh :

1. Kegagalan bunga betina untuk diserbuki dan dibuahi setelah berbunga. Semangka merupakan tumbuhan berumah satu yang bunga jantan dan betinanya terpisah. Jika masa pembungaan bertepatan dengan cuaca hujan, serbuk sari akan menyerap kelembapan dan pecah; atau jika hanya ada sedikit serangga penyerbuk, bunga betina tidak dapat diserbuki dengan baik, sehingga ovarium tidak dapat berkembang dan tumbuh secara normal, sehingga menyebabkan rontok.

2. Kelainan pada organ bunga betina atau jantan. Misalnya, kepala putik yang terlalu pendek, tidak adanya kelenjar nektar, kurangnya produksi serbuk sari pada kepala sari, atau degenerasi putik dapat menyebabkan buah semangka rontok.

3. Pertumbuhan tanaman yang berlebihan maupun lemah dapat menyebabkan buah rontok. 4. Ketidakseimbangan kelembaban tanah pada saat pembungaan. Air yang berlebihan menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan sehingga menyebabkan bunga betina kekurangan gizi dan mengakibatkan aborsi buah. Kekurangan air menyebabkan tanaman rontok bunganya karena kekurangan air.

5. Kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah selama pembungaan akan merusak pemanjangan tabung serbuk sari, sehingga menyebabkan kegagalan pembuahan dan jatuhnya bunga. Cahaya yang tidak mencukupi menghambat fotosintesis, menyebabkan ovarium menderita malnutrisi untuk sementara waktu dan mengakibatkan aborsi buah.

6. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan reproduksi. Pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dapat menyebabkan buruknya perkembangan bunga betina dan pengguguran buah.

7. Kepadatan penduduk. Kepadatan yang berlebihan pasti menyebabkan paparan cahaya yang buruk dan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, yang mempengaruhi pertumbuhan reproduksi dan mempersulit pembentukan buah.

8. Kerusakan akibat hama dan penyakit.

AKU AKU AKU. Cara mencegah dan mengendalikan aborsi buah semangka:

1. Penyerbukan buatan.
1. Selama masa pembungaan semangka, petik bunga jantan antara jam 7 sampai jam 10 pagi, buang mahkotanya, dan oleskan benang sari bunga betina secara merata. Oleskan benang sari pada 2-3 bunga betina per bunga jantan. Tangani dengan lembut selama penyerbukan untuk menghindari kerusakan kepala putik.

2. Atur masa tanam dengan hati-hati, pastikan masa pengaturan buah semangka terhindar dari musim hujan untuk memudahkan penyerbukan. Sediakan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pembibitan selama tahap pembibitan untuk mendorong diferensiasi kuncup bunga dan mengurangi kemungkinan bunga berubah bentuk.

3. Berikan pupuk dan air secara ilmiah.
Berikan pupuk dasar yang berat sebelum disemai, terutama pupuk organik, ditambah dengan pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium yang bekerja cepat. Kurangi penggunaan pupuk nitrogen secara tepat selama pertumbuhan dan pembungaan tanaman anggur. Ikuti prinsip pemupukan dan kendalikan penyiraman dengan tepat untuk memastikan pertumbuhan yang kuat dan mencegah pertumbuhan vegetatif yang berlebihan.

4. Kendalikan pertumbuhan tanaman anggur yang berlebihan untuk mengurangi konsumsi nutrisi yang tidak perlu.

5. Tanam dengan kepadatan yang wajar untuk memastikan ventilasi dan penetrasi cahaya.

6. Pemangkasan dan pemberian topping tepat waktu: Pemangkasan tidak hanya menyeimbangkan pertumbuhan vegetatif dan reproduksi tetapi juga meningkatkan ventilasi dan penetrasi cahaya. Setelah buah terbentuk, pemberian topping tepat waktu akan memusatkan pasokan nutrisi, sehingga mendorong pembesaran buah.

7. Penggunaan zat pengatur tumbuh: Pada hari mekarnya bunga betina atau sehari sebelumnya, semprotkan kuncup buah dengan Forchlorfenuron 0,1%. Semprotkan secara merata pada kedua sisi buah. Umumnya, pada suhu di bawah 18°C, gunakan sekitar 10ml Forchlorfenuron 0,1% yang diencerkan dalam 1,5kg air; pada suhu 18-24°C, gunakan 10ml yang diencerkan dalam 1,5-2kg air; dan pada suhu 25-30°C, gunakan 10ml yang diencerkan dalam 1,5-3kg air. Hal ini mendorong pengaturan buah dan meningkatkan laju pembentukan buah.

8. Melengkapi dengan elemen jejak meningkatkan rasa manis dan warna, melindungi bunga dan buah, mendorong pembesaran dan pertumbuhan buah, dan meningkatkan hasil.

9. Pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit secara tepat waktu.

x
Tinggalkan pesan