Teknik Manajemen Utama untuk Periode Pembungaan Anggur: Mempengaruhi Hasil dan Kualitas Secara Langsung
Periode mulai dari permulaan pembungaan hingga pembengkakan buah muda merupakan tahapan yang sangat penting dalam siklus pertumbuhan anggur. Efektivitas pengelolaan selama fase ini secara langsung menentukan hasil dan kualitas buah anggur yang dihasilkan pada tahun berjalan. Prioritas utama pengelolaan pada periode ini diuraikan di bawah ini:

Dalam siklus produksi anggur, durasi dari awal pembungaan hingga selesainya biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 14 hari pada tahun normal, dengan sebagian besar kasus berada dalam kisaran 7 hingga 12 hari.
Faktor utama yang mempengaruhi pembungaan dan pembentukan buah anggur meliputi suhu, kelembapan, kondisi kekeringan, dan angin. Tahap pembungaan menuntut suhu yang tinggi; anggur berbunga subur ketika suhu udara melebihi 25°C, dengan suhu optimal 27,5°C. Sebaliknya, jika suhu udara turun di bawah 15°C, buah anggur tidak dapat berbunga secara normal dan proses pembuahan akan terhambat.
Kelembaban relatif ideal selama periode pembungaan adalah 56%; kondisi yang melibatkan curah hujan berlebihan atau kekeringan akan berdampak negatif pada pembungaan dan penyerbukan. Tingkat kelembaban tanah yang tinggi cenderung memicu pembungaan lebih awal, sedangkan tingkat kelembaban tanah yang rendah mengakibatkan pembungaan tertunda. Angin adalah faktor penting lainnya yang mempengaruhi pembungaan; angin kencang merusak proses dan dapat memperburuk kerontokan bunga.
Selama periode pembungaan anggur, waktu puncak mekarnya terjadi setiap hari antara pukul 06.00 hingga 11.00, dengan aktivitas paling intens terjadi antara pukul 07.00 hingga 09.00. Periode yang terjadi 3 sampai 5 hari setelah pembungaan menandai fase pertama jatuhnya buah secara fisiologis. Selama tahap pembungaan anggur, sejumlah besar nutrisi dikonsumsi untuk mendukung pembungaan, diferensiasi kuncup bunga, dan pertumbuhan tunas dan daun. Akibatnya terjadi persaingan yang ketat untuk mendapatkan unsur hara antara pertumbuhan vegetatif (pucuk dan daun) dan pertumbuhan reproduktif (bunga dan buah) selama periode ini. Jika jumlah unsur hara yang tidak proporsional dialihkan ke pertumbuhan tunas baru, sehingga kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan reproduksi tidak terpenuhi, hal ini dapat menyebabkan jatuhnya tunas secara signifikan sebelum pembungaan. Penurunan ini dapat berlanjut seiring dengan rontoknya bunga setelah mekar, sehingga mengurangi laju pembentukan buah secara keseluruhan. Selain itu, jika tingkat kelembapan tanah berlebihan selama periode pembungaan—mengakibatkan buruknya aerasi akar—penyerapan unsur hara akan terganggu, yang juga dapat menyebabkan rontoknya bunga. Mengingat kondisi spesifik dan karakteristik fisiologis pembungaan anggur, pengelolaan produksi selama periode ini harus memprioritaskan aspek-aspek utama berikut:

1. Pemupukan Tambahan:
Untuk mengurangi persaingan nutrisi antara pertumbuhan vegetatif dan reproduksi selama tahap pembungaan—dan dengan demikian memenuhi kebutuhan nutrisi selama pembungaan dan pembentukan buah—pupuk tambahan harus diterapkan sebelum dan sesudah pembungaan. Selain itu, larutan asam borat atau boraks 0,2%–0,3% harus disemprotkan sebelum pembungaan untuk meningkatkan pemanjangan tabung serbuk sari dan meningkatkan kecepatan pembentukan buah. Pada saat yang sama, perhatian yang cermat harus diberikan pada pengelolaan tanaman anggur untuk meningkatkan ventilasi dan penetrasi cahaya di dalam kebun anggur. Selama periode pembungaan anggur, untuk menghemat konsumsi unsur hara, pelaksanaan tugas yang tepat waktu seperti pengikatan tanaman anggur, pemindahan tunas samping, pemotongan tunas, penjepitan ujung tandan, dan penghapusan tandan sekunder sangatlah penting.
2. Memperkuat Kontrol Suhu dan Kelembapan
Untuk anggur yang dibudidayakan di rumah kaca, perhatian ketat harus diberikan pada pengendalian suhu dan kelembapan internal. Hal ini penting untuk meningkatkan laju perkecambahan serbuk sari dan memastikan kelancaran penyerbukan dan pembuahan. Pedoman pengelolaan suhu untuk rumah kaca adalah sebagai berikut: suhu siang hari harus dijaga pada sekitar 28°C, sedangkan suhu malam hari harus dijaga antara 16°C dan 18°C. Mengenai pengendalian kelembaban: setelah tahap pembungaan dimulai, irigasi harus dihentikan; kelembaban udara di dalam rumah kaca harus dijaga sekitar 50%, dan diperlukan ventilasi yang sering. Untuk anggur yang ditanam di lahan terbuka, pengendalian suhu yang tepat sulit dicapai; namun, tingkat kelembapan tanah dapat dikelola—melalui tindakan seperti melonggarkan tanah dan mengurangi kelembapan—untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembungaan dan pembentukan buah.
3. Mengutamakan Penjarangan dan Perawatan Tandan Bunga
Hal ini merupakan langkah penting untuk mengatur hasil panen secara rasional dan memastikan bahwa kelompok buah-buahan seragam dan tertata dengan baik; oleh karena itu, hal itu harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati.
4. Melakukan Penyerbukan Suplemen Buatan pada Varietas Fungsional Betina
Kebanyakan varietas anggur memiliki bunga hermafrodit dan dapat mengalami pembuahan secara alami. Namun, varietas fungsional betina—karena degenerasi benang sarinya—membutuhkan penyerbukan tambahan untuk mencapai hasil yang tinggi. Oleh karena itu, penekanan yang signifikan harus diberikan pada praktik penyerbukan tambahan buatan.
5. Menerapkan Zat Pengatur Tumbuh pada Waktu yang Tepat untuk Varietas yang Memerlukan Perlakuan Tanpa Biji
Misalnya, untuk varietas dalam garis keturunan "Jufeng", perlakuan pertama dengan menggunakan GA3 harus diterapkan pada tahap puncak pembungaan, diikuti dengan perlakuan kedua pada tandan buah 10 hingga 15 hari kemudian.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Dua hingga empat hari sebelum pembungaan, sangat penting untuk menerapkan fungisida dan insektisida pencegahan. Prioritas harus diberikan pada pengendalian hama dan penyakit berikut: Botrytis cinerea (Gray Mold), Antraknosa, Downy Mildew, Cluster Stem Blight, Clearwing Moths, dan Scarab Beetles.

Dalam siklus produksi anggur, durasi dari awal pembungaan hingga selesainya biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 14 hari pada tahun normal, dengan sebagian besar kasus berada dalam kisaran 7 hingga 12 hari.
Faktor utama yang mempengaruhi pembungaan dan pembentukan buah anggur meliputi suhu, kelembapan, kondisi kekeringan, dan angin. Tahap pembungaan menuntut suhu yang tinggi; anggur berbunga subur ketika suhu udara melebihi 25°C, dengan suhu optimal 27,5°C. Sebaliknya, jika suhu udara turun di bawah 15°C, buah anggur tidak dapat berbunga secara normal dan proses pembuahan akan terhambat.
Kelembaban relatif ideal selama periode pembungaan adalah 56%; kondisi yang melibatkan curah hujan berlebihan atau kekeringan akan berdampak negatif pada pembungaan dan penyerbukan. Tingkat kelembaban tanah yang tinggi cenderung memicu pembungaan lebih awal, sedangkan tingkat kelembaban tanah yang rendah mengakibatkan pembungaan tertunda. Angin adalah faktor penting lainnya yang mempengaruhi pembungaan; angin kencang merusak proses dan dapat memperburuk kerontokan bunga.
Selama periode pembungaan anggur, waktu puncak mekarnya terjadi setiap hari antara pukul 06.00 hingga 11.00, dengan aktivitas paling intens terjadi antara pukul 07.00 hingga 09.00. Periode yang terjadi 3 sampai 5 hari setelah pembungaan menandai fase pertama jatuhnya buah secara fisiologis. Selama tahap pembungaan anggur, sejumlah besar nutrisi dikonsumsi untuk mendukung pembungaan, diferensiasi kuncup bunga, dan pertumbuhan tunas dan daun. Akibatnya terjadi persaingan yang ketat untuk mendapatkan unsur hara antara pertumbuhan vegetatif (pucuk dan daun) dan pertumbuhan reproduktif (bunga dan buah) selama periode ini. Jika jumlah unsur hara yang tidak proporsional dialihkan ke pertumbuhan tunas baru, sehingga kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan reproduksi tidak terpenuhi, hal ini dapat menyebabkan jatuhnya tunas secara signifikan sebelum pembungaan. Penurunan ini dapat berlanjut seiring dengan rontoknya bunga setelah mekar, sehingga mengurangi laju pembentukan buah secara keseluruhan. Selain itu, jika tingkat kelembapan tanah berlebihan selama periode pembungaan—mengakibatkan buruknya aerasi akar—penyerapan unsur hara akan terganggu, yang juga dapat menyebabkan rontoknya bunga. Mengingat kondisi spesifik dan karakteristik fisiologis pembungaan anggur, pengelolaan produksi selama periode ini harus memprioritaskan aspek-aspek utama berikut:

1. Pemupukan Tambahan:
Untuk mengurangi persaingan nutrisi antara pertumbuhan vegetatif dan reproduksi selama tahap pembungaan—dan dengan demikian memenuhi kebutuhan nutrisi selama pembungaan dan pembentukan buah—pupuk tambahan harus diterapkan sebelum dan sesudah pembungaan. Selain itu, larutan asam borat atau boraks 0,2%–0,3% harus disemprotkan sebelum pembungaan untuk meningkatkan pemanjangan tabung serbuk sari dan meningkatkan kecepatan pembentukan buah. Pada saat yang sama, perhatian yang cermat harus diberikan pada pengelolaan tanaman anggur untuk meningkatkan ventilasi dan penetrasi cahaya di dalam kebun anggur. Selama periode pembungaan anggur, untuk menghemat konsumsi unsur hara, pelaksanaan tugas yang tepat waktu seperti pengikatan tanaman anggur, pemindahan tunas samping, pemotongan tunas, penjepitan ujung tandan, dan penghapusan tandan sekunder sangatlah penting.
2. Memperkuat Kontrol Suhu dan Kelembapan
Untuk anggur yang dibudidayakan di rumah kaca, perhatian ketat harus diberikan pada pengendalian suhu dan kelembapan internal. Hal ini penting untuk meningkatkan laju perkecambahan serbuk sari dan memastikan kelancaran penyerbukan dan pembuahan. Pedoman pengelolaan suhu untuk rumah kaca adalah sebagai berikut: suhu siang hari harus dijaga pada sekitar 28°C, sedangkan suhu malam hari harus dijaga antara 16°C dan 18°C. Mengenai pengendalian kelembaban: setelah tahap pembungaan dimulai, irigasi harus dihentikan; kelembaban udara di dalam rumah kaca harus dijaga sekitar 50%, dan diperlukan ventilasi yang sering. Untuk anggur yang ditanam di lahan terbuka, pengendalian suhu yang tepat sulit dicapai; namun, tingkat kelembapan tanah dapat dikelola—melalui tindakan seperti melonggarkan tanah dan mengurangi kelembapan—untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembungaan dan pembentukan buah.
3. Mengutamakan Penjarangan dan Perawatan Tandan Bunga
Hal ini merupakan langkah penting untuk mengatur hasil panen secara rasional dan memastikan bahwa kelompok buah-buahan seragam dan tertata dengan baik; oleh karena itu, hal itu harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati.
4. Melakukan Penyerbukan Suplemen Buatan pada Varietas Fungsional Betina
Kebanyakan varietas anggur memiliki bunga hermafrodit dan dapat mengalami pembuahan secara alami. Namun, varietas fungsional betina—karena degenerasi benang sarinya—membutuhkan penyerbukan tambahan untuk mencapai hasil yang tinggi. Oleh karena itu, penekanan yang signifikan harus diberikan pada praktik penyerbukan tambahan buatan.
5. Menerapkan Zat Pengatur Tumbuh pada Waktu yang Tepat untuk Varietas yang Memerlukan Perlakuan Tanpa Biji
Misalnya, untuk varietas dalam garis keturunan "Jufeng", perlakuan pertama dengan menggunakan GA3 harus diterapkan pada tahap puncak pembungaan, diikuti dengan perlakuan kedua pada tandan buah 10 hingga 15 hari kemudian.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Dua hingga empat hari sebelum pembungaan, sangat penting untuk menerapkan fungisida dan insektisida pencegahan. Prioritas harus diberikan pada pengendalian hama dan penyakit berikut: Botrytis cinerea (Gray Mold), Antraknosa, Downy Mildew, Cluster Stem Blight, Clearwing Moths, dan Scarab Beetles.
Posting Terbaru
Berita unggulan